Seyogyanya derajat manusia dimata
Tuhan adalah sama. Tidak ada yang membedakan antara satu dan lainnya.
Jika ditengah kehidupan kita menemukan perbedaan, sesungguhnya semua itu
terlahir dari diri kita. Jika kita mengeluh mengapa saya dan dia
berbeda ? mengapa peruntungan saya dan dia tak sama ?
Sadarkah anda bahwa andalah yang harus melakukan perubahan. Jangan pernah memandang kekurangan sebagai faktor pelemah anda dikala ada yang kehidupannya lebih berbahagia dibanding anda.
Banyak diluar sana yang mungkin nasibnya tak seberuntung anda dalam mengemban pendidikan. Ketika kita terus-menerus mengeluh ini dan itu belum bisa diraih, majulah. Mengapa masih saja duduk termangu menantikan keajaiban emas itu datang ?
Sadarkah anda bahwa andalah yang harus melakukan perubahan. Jangan pernah memandang kekurangan sebagai faktor pelemah anda dikala ada yang kehidupannya lebih berbahagia dibanding anda.
Banyak diluar sana yang mungkin nasibnya tak seberuntung anda dalam mengemban pendidikan. Ketika kita terus-menerus mengeluh ini dan itu belum bisa diraih, majulah. Mengapa masih saja duduk termangu menantikan keajaiban emas itu datang ?
Kita semua tahu dan menyadari bahwa kesuksesan bukan dimiliki oleh insan yang pemalas, memegang teguh rasa acuh tak acuh, bahkan rasa cinta terhadap dirinya sendiri tak tertanam dalam dirinya, lantas bagaimana bisa kita mencintai orang lain dan berharap untuk bisa mendapatkan cinta yang pantas ?
Kesuksesan tidak menunggu anda yang hanya bisa mengeluh ini dan itu tanpa melakukan usaha menuju perubahan. Berubahlah menjadi pribadi yang lebih baik jika anda ingin mendapatkan hasil yang setimpal.
Begitu banyak pelajaran kehidupan yang bisa kita ambil hikmahnya. Mereka yang dengan segala keterbatasan ekonomi, dengan segelintir kekurangan, fasilitas yang kurang menunjang ditengah globalisasi yang semakin melejit menawarkan segala fitur-fitur canggih persembahan teknologi yang terlahir dari buah hasil pemikiran intelek di era digital ini, toh bisa meraih prestasi gemilang.
Setelah
membaca dan mendengar beberapa kisah kehidupan mahasiswa dengan
berbagai varian peraih IPK tertinggi, mungkin terlintas dalam benak rasa
bangga dan ingin rasanya bisa mempunyai semangat juang untuk melakukan
perubahan layaknya mereka hingga memetik hasil yang bisa membanggakan
orang-orang tercinta. Melihat kebahagiaan dan rasa bangga orang tua
dengan hasil kerja keras, keringat lelah dihari-hari mereka bekerja
mencari rezeki, serta merta terbayar dengan melihat hasil yang memuaskan
yang mereka lihat dari putra/putri mereka. Rasa lelah itu seakan
terbayar dengan tangis haru bahagia melihat hasil didikan mereka
berhasil untuk membuat sang anak bisa mendapatkan prestasi dan berhak
mendapatkan kehidupan yang lebih layak dari mereka.
Disaat jari-jemari saya menuliskan kata demi kata ini tak sadar emosi terlibat tanpa permisi, miris dengan beberapa pihak yang selalu dan selalu menyalahkan keadaan sebagai faktor ketidakberhasilannya mereka. Pelajaran pula untuk diri saya sendiri juga untuk kita semua bahwasannya syukurilah apa yang tengah kita miliki saat ini. kalau kata opick "dengan bersyukur hidup akan menjadi tenang, dengan mengingat Allah hilanglah semua kegelisahan" tidak perlu muluk-muluk tanpa ini saya tidak bisa melakukan ini, tanpa itu saya tidak bisa menjadi begitu. Bangkit, buka pandangan anda lebar-lebar. Ekonomi bukan pembatas atau bahkan penghalang untuk tidak bisa mengemban pendidikan yang layak. Ilmu bisa dicari dimana-mana. Sumber ilmu bukan hanya bersumber dari satu titik, ada beribu jalan menuju Roma. Jangan memandang kekurangan sebelah mata sebab begitu banyak bukti bahwa dari kekurangan itulah akan terlahir suatu kelebihan. Mengeluh ? capek ! berbicara tanpa act hanya perbuatan yang sia-sia. Memang ini manusiawi, tapi bukankah dengan mengeluh hanya membuang tenaga dan energi secara cuma-cuma ?
Disaat jari-jemari saya menuliskan kata demi kata ini tak sadar emosi terlibat tanpa permisi, miris dengan beberapa pihak yang selalu dan selalu menyalahkan keadaan sebagai faktor ketidakberhasilannya mereka. Pelajaran pula untuk diri saya sendiri juga untuk kita semua bahwasannya syukurilah apa yang tengah kita miliki saat ini. kalau kata opick "dengan bersyukur hidup akan menjadi tenang, dengan mengingat Allah hilanglah semua kegelisahan" tidak perlu muluk-muluk tanpa ini saya tidak bisa melakukan ini, tanpa itu saya tidak bisa menjadi begitu. Bangkit, buka pandangan anda lebar-lebar. Ekonomi bukan pembatas atau bahkan penghalang untuk tidak bisa mengemban pendidikan yang layak. Ilmu bisa dicari dimana-mana. Sumber ilmu bukan hanya bersumber dari satu titik, ada beribu jalan menuju Roma. Jangan memandang kekurangan sebelah mata sebab begitu banyak bukti bahwa dari kekurangan itulah akan terlahir suatu kelebihan. Mengeluh ? capek ! berbicara tanpa act hanya perbuatan yang sia-sia. Memang ini manusiawi, tapi bukankah dengan mengeluh hanya membuang tenaga dan energi secara cuma-cuma ?
Mari kita jalani hidup dengan penuh syukur, jadikan setiap kesusahan sebagai tombak yang memacu semangat anda untuk lebih semangat lagi dalam berkarya. Tersenyumlah :) manfaatnya juga bisa membuat awet muda. Jalani tantangan dengan riang gembira. badai pasti berlalu asalkan tertanam dalam diri usaha, kerja keras, gairah untk bergerak maju dan tak lupa untuk selalu bersyukur atas segala yang telah dikaruniakan oleh Yang Maha Kuasa, jangan lupa pula untuk selalu memetik hikmah atas kejadian yang menyapa hari-hari kita. jangan lupa berdo'a, cepat atau lambat kitapun akan merasakan buah manis dari setiap kesungguhan kita.
SEMANGATLAH WAHAI PARA JIWA-JIWA PENCETUS MASA DEPAN GEMILANG ^_^

0 komentar:
Posting Komentar